Skip to main navigation
  • Bahasa Indonesia
  • العربية
  • English
  • Français
  • اردو
  • فارسی
  • Español

Menu Indonesian

  • Home
  • Biografi
    • Khotbah Jumat
    • Medali Kehormatan
    • Gelar Doktor Kehormatan
    • Penghargaan dan Penghormatan
    • YANG MULIA SYEIKH Dr. Al-Issa Biografi
  • Komunikasi Global
    • Pertemuan
    • Media Internasional
    • Kunjungan
  • Berita
    • Berita terbaru
    • Kepribadian
    • Penerimaan dan Rapat Tamu
  • Media
    • kutipan
    • video
    • infografis
  • Inisiatif Global
    • Melayani Islam
    • Melayani Perdamaian Dunia
    • Inisiatif Kemanusiaan
  • Bahasa Indonesia
  • العربية
  • English
  • Français
  • اردو
  • فارسی
  • Español

Di ibu kota Mauritania, "Nouakchott", di bawah naungan Yang Mulia Presiden Mohamed Ould Ghazouani. Deklarasi "Nouakchott" yang diterbitkan oleh Konferensi Sirah Nabi menegaskan pentingnya melawan pemikiran ekstremis yang dianggap sebagai benih benturan da

Breadcrumb

  • Beranda
  • Di Ibu Kota Mauritania, "Nouakchott", Di Bawah Naungan Yang Mulia Presiden Mohamed Ould Ghazouani. Deklarasi "Nouakchott" Yang Diterbitkan Oleh Konferensi Sirah Nabi Menegaskan Pentingnya Melawan Pemikiran Ekstremis Yang Dianggap Sebagai Benih Benturan Da
Di ibu kota Mauritania, "Nouakchott", di bawah naungan Yang Mulia Presiden Mohamed Ould Ghazouani. Deklarasi "Nouakchott" yang diterbitkan oleh Konferensi Sirah Nabi menegaskan pentingnya melawan pemikiran ekstremis yang dianggap sebagai benih benturan da Senin, Februari 2, 2026 - 11:42

Di ibu kota Mauritania, "Nouakchott", di bawah naungan Yang Mulia Presiden Mohamed Ould Ghazouani. Deklarasi "Nouakchott" yang diterbitkan oleh Konferensi Sirah Nabi menegaskan pentingnya melawan pemikiran ekstremis yang dianggap sebagai benih benturan da

Pada 20 Rabi'ul Awwal 1445 H, bertepatan dengan 5 Oktober 2023 M.

Di ibu kota Mauritania, "Nouakchott", di bawah naungan Yang Mulia Presiden Mohamed Ould Ghazouani.

Deklarasi "Nouakchott" yang diterbitkan oleh Konferensi Sirah Nabi menegaskan pentingnya melawan pemikiran ekstremis yang dianggap sebagai benih benturan dan konflik. Deklarasi ini memberikan perhatian khusus pada bahaya kebencian, rasisme, serta praktik kekerasan dan terorisme yang dihasilkan darinya, yang tidak dapat dikaitkan secara khusus dengan agama, mazhab, pemikiran, maupun golongan tertentu.

Deklarasi tersebut menyeru umat Islam untuk mengambil inspirasi dari nilai-nilai luhur agamanya demi memperkuat persatuan dan persaudaraan, serta memberi manfaat bagi bangsa dan umat lainnya. Sebab Islam—dengan akidah tauhid dan syariatnya yang penuh hikmah—adalah "Rahmat bagi seluruh alam", "Penyempurna akhlak yang mulia", dan "Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya".

Deklarasi ini menegaskan bahwa Islam telah meletakkan fondasi yang kokoh bagi sistem hidup berdampingan, persaudaraan, rekonsiliasi, dan toleransi, disertai perlindungan martabat kemanusiaan serta penegakan hak-haknya tanpa diskriminasi—baik berdasarkan agama, mazhab, ras, maupun lainnya. Keadilan, dengan makna universalnya, tidak mengenal standar ganda dan nilai-nilainya tidak dapat dipilah-pilah.

Selain itu, ditegaskan pula kebutuhan mendesak untuk meluruskan miskonsepsi tentang Islam, serta mengungkap kebatilan pihak-pihak yang melakukan pemalsuan dan fitnah, maupun kesesatan mereka yang terjerumus dalam ekstremisme secara nyata.

Deklarasi “Nouakchott” merupakan buah dari upaya Liga Muslim Dunia dalam mengaktifkan program-program eksekutif untuk mengimplementasikan isi Piagam Makkah, yang konferensi internasional dan bersejarahnya dinaungi oleh Penjaga Dua Tanah Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud—semoga Allah melindunginya. Piagam tersebut ditandatangani oleh lebih dari 1.200 mufti dan ulama, serta lebih dari 4.500 cendekiawan Muslim, dan disahkan oleh negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk dimanfaatkan dalam lembaga keagamaan, kebudayaan, dan pendidikan. Kini, Piagam ini telah dijadikan kurikulum pelatihan para imam di sejumlah negara Islam dan negara-negara minoritas Muslim, serta direkomendasikan dalam berbagai kurikulum pendidikan lainnya.

Di ibu kota Mauritania, "Nouakchott", di bawah naungan Yang Mulia Presiden Mohamed Ould Ghazouani. Deklarasi "Nouakchott" yang diterbitkan oleh Konferensi Sirah Nabi menegaskan pentingnya melawan pemikiran ekstremis yang dianggap sebagai benih benturan da
Di ibu kota Mauritania, "Nouakchott", di bawah naungan Yang Mulia Presiden Mohamed Ould Ghazouani. Deklarasi "Nouakchott" yang diterbitkan oleh Konferensi Sirah Nabi menegaskan pentingnya melawan pemikiran ekstremis yang dianggap sebagai benih benturan da
"Mirkaz Al-Balad Al-Amin" mengadakan sesi dialog bersama Yang Mulia Sekretaris Jenderal LMD, Syekh Dr. Mohammed Al-Issa, dengan tema: "Pembentukan Kepribadian Muslim"

"Mirkaz Al-Balad Al-Amin" mengadakan sesi dialog bersama Yang Mulia Sekretaris Jenderal LMD, Syekh Dr. Mohammed Al-Issa, dengan tema: "Pembentukan Kepribadian Muslim"

Selengkapnya


Syekh Dr. Mohammed Al-Issa, meluncurkan Penghargaan Liga Muslim Dunia untuk Khidmat kepada Al-Qur'an dalam sembilan kategori

Syekh Dr. Mohammed Al-Issa, meluncurkan Penghargaan Liga Muslim Dunia untuk Khidmat kepada Al-Qur'an dalam sembilan kategori

Selengkapnya


kutipan

«La piedad, tal como la definió nuestro Profeta Mohamed (la paz sea con él), es el buen comportamiento. Es una ética islámica elevada, una conducta noble y constante, que no cambia ni según la religión, ni el color, ni ninguna otra diferencia. Las buenas costumbres del musulmán se elevan mediante la misericordia y la generosidad»

tautan

  • Penghargaan dan Penghormatan
  • Medali Kehormatan
  • Gelar Doktor Kehormatan
  • Pers Dunia
  • Khotbah Jumat

Konferensi

  • Visits
  • Kepribadian
  • Konferensi
  • Penerimaan dan Rapat Tamu

العربية |  Français | English  | اردو | Indonesian | Español | فارسي

Seluruh Hak Cipta Dilindungi untuk Situs Web Sheikh Dr. Mohammad Alissa © 2026