Kami akan berdiri teguh bersama saudara-saudara kami dari penganut agama Yahudi, Kristen, dan agama lainnya untuk membela nilai-nilai bersama, bekerja sama dalam melayani kemanusiaan, menyebarkan perdamaian dan harmoni di antara semua, serta melawan segala bentuk kebencian
Persyaratan perdamaian dunia harus melalui pencapaian kedamaian batin dengan diri sendiri, antarindividu, dan antarmasyarakat. Ketika kedamaian batin ini terwujud dalam ketenangan dan ketenteraman, maka bagian kedua akan terwujud dengan sendirinya
Ini adalah pertama kalinya ibu kota Norwegia menyaksikan pertemuan para perwakilan tingkat tinggi dari agama Islam, Yahudi, dan Kristen untuk menekankan rasa hormat dan toleransi di antara mereka, serta menyatakan ambisi yang jelas bagi kerja sama antaragama yang lebih besar. Komite penghargaan mendeskripsikan Yang Mulia Dr. Al-Issa sebagai kekuatan global terkemuka dalam moderasi, seraya menyatakan bahwa beliau adalah suara yang jelas dan istimewa bagi perdamaian serta kerja sama antarbangsa dan antaragama. Penghargaan ini merupakan pengakuan sekaligus dorongan untuk melanjutkan upaya besar beliau dalam mempromosikan toleransi, penghormatan, dan kasih sayang.
Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, salah satu ulama Islam terkemuka di dunia, yang menjadi pemimpin Islam paling senior yang mengunjungi Auschwitz. Beliau memimpin delegasi pemimpin Muslim ke sana untuk menyimbolkan perubahan sikap yang belum pernah terjadi sebelumnya yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan melintasi benua. Di Afrika Selatan, Dr. Al-Issa turut membantu mendirikan Institut Rahmat dan Perdamaian (Mercy and Peace Institute), yang menyediakan ruang aman bagi para korban kekerasan, khususnya perempuan dan anak-anak yang hidupnya terancam akibat kekerasan dalam rumah tangga dan perdagangan manusia. Di sinilah nilai-nilai iman dan agama hadir untuk berperan dalam membantu menyelesaikan persoalan nyata di dunia.
Syekh Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa merupakan suara global terkemuka dalam moderasi, dialog, dan kerja sama antarbudaya serta agama. Sebagai Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia, beliau berupaya memperkokoh visi Islam yang berlandaskan pada koeksistensi, menjaga martabat kemanusiaan, serta memperkuat saling menghormati.
Liga Muslim Dunia adalah organisasi internasional yang berdedikasi untuk meningkatkan pemahaman antarmasyarakat, menyebarkan perdamaian, serta menangani berbagai tantangan kemanusiaan di seluruh dunia. Di bawah kepemimpinan Dr. Al-Issa, Liga Muslim Dunia telah menjadi salah satu platform global terkemuka dalam dialog antaragama dan aksi kolaboratif yang menjembatani berbagai perbedaan agama, politik, dan budaya.
* * *Yang Mulia Dr. Al-Issa telah memposisikan diplomasi keagamaan sebagai inti dari misi global Liga Muslim Dunia. Melalui pelibatan para pemimpin agama, pemerintah, dan lembaga internasional, beliau berupaya untuk memperkuat dialog antaragama dan budaya serta mempromosikan kerja sama dalam menghadapi tantangan global bersama. Pendekatan ini mengakui bahwa pelibatan agama secara konstruktif dapat memainkan peran vital dalam memajukan perdamaian, stabilitas, dan rasa saling menghormati.
Melalui riset ilmiah, konferensi internasional, serta kolaborasi dengan lembaga akademik dan keagamaan, Liga Muslim Dunia mendukung penafsiran Islam yang menekankan pada keseimbangan, koeksistensi, dan penghormatan terhadap keberagaman. Upaya ini bertujuan untuk menghadapi ekstremisme dan polarisasi dengan cara memperkuat suara-suara otoritas keagamaan terpercaya yang menyerukan moderasi, pemikiran kritis, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab di tengah masyarakat Muslim di seluruh dunia.
Di bawah kepemimpinan Yang Mulia Dr. Al-Issa, Liga Muslim Dunia menjalankan berbagai program bantuan dan pembangunan di berbagai wilayah, guna mendukung masyarakat yang paling membutuhkan serta mereka yang terdampak oleh konflik, kemiskinan, dan bencana alam. Upaya-upaya ini mencakup penyaluran bantuan darurat, dukungan medis, pendidikan, hingga pengembangan masyarakat, yang mencerminkan komitmen terhadap solidaritas, kasih sayang, dan pemberian dukungan nyata bagi kelompok-kelompok yang paling membutuhkan.